Rangkaian pendampingan randai berlanjut dengan belajar langsung dari maestro, Musra Dahrizal Katik Jo Mangkuto. Pertemuan ini mengajak peserta melihat randai sebagai kesatuan antara cerita, gerak, bahasa, musik, dan pengetahuan budaya.
Peserta menelusuri hubungan kaba dengan perjalanan cerita, silek dengan gerak galombang, serta bahasa dengan cara tokoh menyampaikan nilai dan pengalaman. Pengetahuan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari kehidupan masyarakat Minangkabau.
Dialog bersama maestro juga menekankan pentingnya disiplin, ketelitian, dan pemahaman konteks. Sebuah pertunjukan randai tidak hanya perlu menarik untuk ditonton, tetapi juga harus menjaga makna yang diwariskan di dalamnya.
Materi dari pertemuan ini menjadi bekal bagi komunitas untuk mengembangkan karya baru yang tetap berpijak pada pengetahuan dan nilai lokal.
